"A dream you dream alone is only a dream. A dream you dream together is reality."
- John Lennon, English musician -
Monday, March 7, 2011
Mencuci Piring dengan Beras
Oleh : Trimulya
Mencuci piring kotor lazimnya dilakukan menggunakan air. Tapi di Cilacap, Jawa Tengah, ternyata ada cara unik untuk mencuci piring. Bukan dengan air, melainkan dengan beras!
Ya, beras yang biasa ditanak menjadi nasi itu. Hingga sekarang, cara ini masih dipertahankan masyarakat Cilacap bagian barat.
Tradisi ini dilakukan terutama pada saat hajatan, lebih-lebih di musim kemarau. Salah satu alasannya adalah kurangnya persediaan air bersih. Pada saat hajatan, biasanya diperlukan piring dalam jumlah sangat banyak karena jumlah undangan biasanya juga banyak. Air lebih diutamakan untuk dikonsumsi.
Beras yang digunakan untuk mencuci piring adalah beras yang masih setengah bersih atau masih ada gabah dan dedaknya. Jumlah beras harus cukup banyak, setidaknya harus bisa "dicelupi" oleh piring puluhan kali. Biasanya jumlah minimal agar bisa digunakan adalah 50 kg.
Sebelum dicuci dengan beras, piring yang baru saja dipakai makan harus dilap dengan daun pisang kering "klaras" untuk mengurangi lemak yang menempel. Setelah itu piring "dicelupkan" dan dibersihkan dengan beras. Caranya persis seperti mencuci piring dengan air. Selanjutnya piring dibersihkan lagi dengan kain lap untuk menghilangkan debu beras atau dedak yang menempel. Dengan sekali gosok, lemak dan bau amis akan segera lenyap. Piring pun siap digunakan untuk wadah makan lagi.
Selesai digunakan untuk mencuci piring, beras itu masih bisa dikonsumsi. Caranya, beras tersebut dijemur ulang, lalu dibersihkan secara manual dengan "ditampi" (menggunakan alat bundar yang terbuat yang terbuat dari anyaman bambu/tampah). Cara unik dan kreatif ini bisa menghemat air yang biasanya sulit didapat di musim kemarau.
Mencuci piring kotor lazimnya dilakukan menggunakan air. Tapi di Cilacap, Jawa Tengah, ternyata ada cara unik untuk mencuci piring. Bukan dengan air, melainkan dengan beras!
Ya, beras yang biasa ditanak menjadi nasi itu. Hingga sekarang, cara ini masih dipertahankan masyarakat Cilacap bagian barat.
Tradisi ini dilakukan terutama pada saat hajatan, lebih-lebih di musim kemarau. Salah satu alasannya adalah kurangnya persediaan air bersih. Pada saat hajatan, biasanya diperlukan piring dalam jumlah sangat banyak karena jumlah undangan biasanya juga banyak. Air lebih diutamakan untuk dikonsumsi.
Beras yang digunakan untuk mencuci piring adalah beras yang masih setengah bersih atau masih ada gabah dan dedaknya. Jumlah beras harus cukup banyak, setidaknya harus bisa "dicelupi" oleh piring puluhan kali. Biasanya jumlah minimal agar bisa digunakan adalah 50 kg.
Sebelum dicuci dengan beras, piring yang baru saja dipakai makan harus dilap dengan daun pisang kering "klaras" untuk mengurangi lemak yang menempel. Setelah itu piring "dicelupkan" dan dibersihkan dengan beras. Caranya persis seperti mencuci piring dengan air. Selanjutnya piring dibersihkan lagi dengan kain lap untuk menghilangkan debu beras atau dedak yang menempel. Dengan sekali gosok, lemak dan bau amis akan segera lenyap. Piring pun siap digunakan untuk wadah makan lagi.
Selesai digunakan untuk mencuci piring, beras itu masih bisa dikonsumsi. Caranya, beras tersebut dijemur ulang, lalu dibersihkan secara manual dengan "ditampi" (menggunakan alat bundar yang terbuat yang terbuat dari anyaman bambu/tampah). Cara unik dan kreatif ini bisa menghemat air yang biasanya sulit didapat di musim kemarau.
Mengobrol dengan Mayat
Pengalaman : Bernard T. Wahyu Wiranta
Saat ke Papua, saya sempat mendapat undangan dari seorang warga Suku Walesi untuk berkunjung ke perkampungannya di Lembah Baliem, Wamena, Jayawijaya
Di perkampungan ini, saya menyaksikan upacara pemotongan babi dan upacara bakar batu. Upacara adat ini diselenggarakan karena kebetulan ada salah satu anggota suku yang meninggal. Sesuai tradisi, seluruh anggota keluarga yang berkabung melayat. Mereka membawa babi yang kemudian dipotong dengan cara dipanah dan dimasak dengan batu membara di dalam lubang pembakaran.
Selesai upacara pemotongan babi, saya diundang masuk ke dalam honai (rumah asli penduduk Papua) oleh Taulog Aso, salah seorang kepala suku. Setelah melewati pintu honai yang pendek dan sempit, kami semua duduk berkeliling di dalam honai yang pengap. Di sana kami mengobrol, minum kopi, dan melinting tembakau.
Suasana dalam honai yang tanpa jendela tentu saja agak gelap bagi mata saya. Bagian honai ini dibagi dua, bagian bawah untuk memasak dan berkumpul, bagian atas untuk tidur. Di tengah honai terdapat perapian dengan bahan bakar kayu dan rumput.
Sejak masuk honai, hidung saya langsung mencium bau menyengat seperti bau bangkai. Makin lama makin menyengat. Sambil menyeruput kopi, saya mengeluarkan cerutu untuk mengusir bau bangkai. Saya juga mengeluarkan rokok untuk diisap beramai-ramai. Semua yang ada di dalam honai mengambil rokok saya kecuali satu orang. Ia hanya duduk diam sambil memeluk lututnya di samping saya, seperti kedinginan.
Karena merasa tidak enak, saya sodorkan rokok kepada orang itu. Tapi Taulog Aso memberi tahu saya, "Lazarus sudah mati, Bapak. Tidak merokok!" Mendengar jawaban itu, jantung saya seperti berhenti. Deg! Rupanya ini sumber bau menyengat tadi. Ternyata saya dari tadi mengobrol dan ngopi di samping mayat yang sudah kehilangan nyawa beberapa hari lalu. Saat itu saya baru ingat bahwa penduduk di sini menguburkan mayat dalam posisi duduk memeluk lutut. Mayat di samping saya itu baru akan dikubur hari itu.
Saat ke Papua, saya sempat mendapat undangan dari seorang warga Suku Walesi untuk berkunjung ke perkampungannya di Lembah Baliem, Wamena, Jayawijaya
Di perkampungan ini, saya menyaksikan upacara pemotongan babi dan upacara bakar batu. Upacara adat ini diselenggarakan karena kebetulan ada salah satu anggota suku yang meninggal. Sesuai tradisi, seluruh anggota keluarga yang berkabung melayat. Mereka membawa babi yang kemudian dipotong dengan cara dipanah dan dimasak dengan batu membara di dalam lubang pembakaran.
Selesai upacara pemotongan babi, saya diundang masuk ke dalam honai (rumah asli penduduk Papua) oleh Taulog Aso, salah seorang kepala suku. Setelah melewati pintu honai yang pendek dan sempit, kami semua duduk berkeliling di dalam honai yang pengap. Di sana kami mengobrol, minum kopi, dan melinting tembakau.
Suasana dalam honai yang tanpa jendela tentu saja agak gelap bagi mata saya. Bagian honai ini dibagi dua, bagian bawah untuk memasak dan berkumpul, bagian atas untuk tidur. Di tengah honai terdapat perapian dengan bahan bakar kayu dan rumput.
Sejak masuk honai, hidung saya langsung mencium bau menyengat seperti bau bangkai. Makin lama makin menyengat. Sambil menyeruput kopi, saya mengeluarkan cerutu untuk mengusir bau bangkai. Saya juga mengeluarkan rokok untuk diisap beramai-ramai. Semua yang ada di dalam honai mengambil rokok saya kecuali satu orang. Ia hanya duduk diam sambil memeluk lututnya di samping saya, seperti kedinginan.
Karena merasa tidak enak, saya sodorkan rokok kepada orang itu. Tapi Taulog Aso memberi tahu saya, "Lazarus sudah mati, Bapak. Tidak merokok!" Mendengar jawaban itu, jantung saya seperti berhenti. Deg! Rupanya ini sumber bau menyengat tadi. Ternyata saya dari tadi mengobrol dan ngopi di samping mayat yang sudah kehilangan nyawa beberapa hari lalu. Saat itu saya baru ingat bahwa penduduk di sini menguburkan mayat dalam posisi duduk memeluk lutut. Mayat di samping saya itu baru akan dikubur hari itu.
Selamat Menikmati AWAL PEKAN
Oleh : Djoko Subinarto
Di suatu Minggu pagi yang cerah, saya menyaksikan seorang pembawa acara di televisi mengakhiri sebuah acara yang dipandunya dengan kalimat, "Sampai jumpa dan selamat menikmati akhir pekan anda!" Dalam benak orang kebanyakan, akhir pekan - "weekend" kata orang barat - dimaksudkan sebagai hari Sabtu serta Minggu. Selain itu, akhir pekan identik dengan libur.
Bagi mereka yang memiliki hari kerja normal, akhir pekan adalah waktunya untuk rileks, waktunya untuk berleha-leha, waktunya untuk bersantai setelah Senin hingga Jumat membanting tulang demi uang atau karier. Akhir pekan mungkin diisi dengan istirahat seharian di rumah bersama keluarga atau mungkin pula diisi dengan acara jalan-jalan ke luar rumah, berbelanja, atau melancong ke tempat-tempat rekreasi - khusus bagi mereka yang berdompet tebal.
Jika hari Sabtu dan Minggu kita yakini sebagai akhir pekan, lantas di mana letak awal pekannya? Hari Seninkah? Banyak orang memang beranggapan bahwa Senin adalah permukaan pekan. Betulkah?
Dalam bahasa Inggris, hari Senin disebut Monday, sedangkan Minggu disebut Sunday. "The Advanced Learner's Dictionary of Current English" memberi definisi Monday sebagai "the second day of the week" sedangkan Sunday didefinisikan sebagai "the first day of the week."
Di kalangan masyarakat kita, hari Minggu sering pula disebut Ahad. Ditilik dari asal-usulnya, kata ahad berasal dari bahasa Arab. Kata ini bermakna satu atau pertama. Dengan demikian, sebutan Ahad untuk hari Minggu pada dasarnya untuk merujuk kepada hari pertama dari suatu pekan.
Sementara itu, kata Sabtu juga berasal usul dari bahasa Arab, yaitu sab'a yang berarti tujuh. Dengan demikian, Sabtu bermakna sebagai hari ketujuh.
Sebagai hari ketujuh, memang sangat tepat jika kemudian Sabtu disebut sebagai akhir pekan dan justru tidak tepat sesungguhnya menganggap hari Minggu masih sebagai akhir pekan (kecuali kalau satu pekan terdiri atas delapan hari dan hari Minggu merupakan hari kedelapan).
Akan tetapi, hanya karena kebanyakan orang biasanya menikmati di hari Minggu dan baru masuk kerja atau sekolah di hari Senin, maka orang kebanyakan cenderung menganggap hari Senin sebagai awal pekan dan hari Minggu masih sebagai akhir pekan.
Padahal, hari yang paling pantas dijuluki sebagai awal pekan itu adalah hari Minggu alias hari Ahad. Dengan demikian, salah satu ucapan yang paling tepat untuk kita sampaikan kepada teman atau sahabat kita saat berjumpa atau berpisah di hari Minggu adalah "Selamat menikmati awal pekan!"
Kendatipun demikian, sangat boleh jadi ucapan tersebut akan terdengar aneh di telinga kebanyakan orang yang selama ini berkeyakinan bahwa hari Minggu merupakan akhir pekan, yang identik dengan hari libur, hari untuk rileks, sementara hari Senin identik dengan awal segala aktivitas yang menyibukkan.
Di suatu Minggu pagi yang cerah, saya menyaksikan seorang pembawa acara di televisi mengakhiri sebuah acara yang dipandunya dengan kalimat, "Sampai jumpa dan selamat menikmati akhir pekan anda!" Dalam benak orang kebanyakan, akhir pekan - "weekend" kata orang barat - dimaksudkan sebagai hari Sabtu serta Minggu. Selain itu, akhir pekan identik dengan libur.
Bagi mereka yang memiliki hari kerja normal, akhir pekan adalah waktunya untuk rileks, waktunya untuk berleha-leha, waktunya untuk bersantai setelah Senin hingga Jumat membanting tulang demi uang atau karier. Akhir pekan mungkin diisi dengan istirahat seharian di rumah bersama keluarga atau mungkin pula diisi dengan acara jalan-jalan ke luar rumah, berbelanja, atau melancong ke tempat-tempat rekreasi - khusus bagi mereka yang berdompet tebal.
Jika hari Sabtu dan Minggu kita yakini sebagai akhir pekan, lantas di mana letak awal pekannya? Hari Seninkah? Banyak orang memang beranggapan bahwa Senin adalah permukaan pekan. Betulkah?
Dalam bahasa Inggris, hari Senin disebut Monday, sedangkan Minggu disebut Sunday. "The Advanced Learner's Dictionary of Current English" memberi definisi Monday sebagai "the second day of the week" sedangkan Sunday didefinisikan sebagai "the first day of the week."
Di kalangan masyarakat kita, hari Minggu sering pula disebut Ahad. Ditilik dari asal-usulnya, kata ahad berasal dari bahasa Arab. Kata ini bermakna satu atau pertama. Dengan demikian, sebutan Ahad untuk hari Minggu pada dasarnya untuk merujuk kepada hari pertama dari suatu pekan.
Sementara itu, kata Sabtu juga berasal usul dari bahasa Arab, yaitu sab'a yang berarti tujuh. Dengan demikian, Sabtu bermakna sebagai hari ketujuh.
Sebagai hari ketujuh, memang sangat tepat jika kemudian Sabtu disebut sebagai akhir pekan dan justru tidak tepat sesungguhnya menganggap hari Minggu masih sebagai akhir pekan (kecuali kalau satu pekan terdiri atas delapan hari dan hari Minggu merupakan hari kedelapan).
Akan tetapi, hanya karena kebanyakan orang biasanya menikmati di hari Minggu dan baru masuk kerja atau sekolah di hari Senin, maka orang kebanyakan cenderung menganggap hari Senin sebagai awal pekan dan hari Minggu masih sebagai akhir pekan.
Padahal, hari yang paling pantas dijuluki sebagai awal pekan itu adalah hari Minggu alias hari Ahad. Dengan demikian, salah satu ucapan yang paling tepat untuk kita sampaikan kepada teman atau sahabat kita saat berjumpa atau berpisah di hari Minggu adalah "Selamat menikmati awal pekan!"
Kendatipun demikian, sangat boleh jadi ucapan tersebut akan terdengar aneh di telinga kebanyakan orang yang selama ini berkeyakinan bahwa hari Minggu merupakan akhir pekan, yang identik dengan hari libur, hari untuk rileks, sementara hari Senin identik dengan awal segala aktivitas yang menyibukkan.
Saturday, March 5, 2011
30 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone
Berikut ini adalah daftar 30 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone AS:
1. Like a Rolling Stone - Bob Dylan
Singel (1965)
Genre : Rock
Penulis : Bob Dylan
2. (I Can't Get No) Satisfaction - The Rolling Stones
Singel (1965)
Genre : Rock n' Roll
Penulis : M.Jagger/K.Richards
3. Imagine - John Lennon
Album : Imagine (1971)
Genre : Soft rock
Penulis : John Lennon
4. What's Going On - Marvin Gaye
Album : What's Going On (1971)
Genre : Soul
Penulis : M.Gaye/Al Cleveland/R.Benson
5. Respect - Aretha Franklin
Album : I Never Loved a Man the way I Love You (1967)
Genre : Soul
Penulis : O.Redding
6. Good Vibrations - The Beach Boys
Singel (1966)
Genre : Psych Rock, Psych pop
Penulis : B.Wilson/M.Love
7. Johnny B.Goode - Chuck Berry
Singel (1958)
Genre : Rock n' Roll
Penulis : Chuck Berry
8. Hey Jude - The Beatles
Singel (1968)
Genre : Rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
9. Smells Like Teen Spirit - Nirvana
Singel (1991)
Genre : Grunge
Penulis: K.Cobain/D.Grohl/K.Novoselic
10. What'd I Say - Ray Charles
Album : What'd I Say (1959)
Genre : Soul, blues, rock n' roll
Penulis : Ray Charles
11. My Generation - The Who
Album : My Generation (1965)
Genre : Rock
Penulis : Pete Townshend
12. A Change is Gonna Come - Sam Cooke
Album : Ain't That Good News (1964)
Genre : Soul, R&B
Penulis : Sam Cooke
13. Yesterday - The Beatles
Album : Help! (1965)
Genre : Baroque pop
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
14. Blowin' in the Wind - Bob Dylan
Album : The Freewheelin' Bob Dylan (1963)
Genre : Folk
Penulis : Bob Dylan
15. London Calling - The Clash
Album : London Calling (1979)
Genre : Punk rock
Penulis : J.Strummer/M.Jones
16. I Want to Hold Your Hand - The Beatles
Singel (1963)
Genre : Rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
17. Purple Haze - The Jimi Hendrix Experience
Singel (1967)
Genre : Hard rock, acid rock, heavy metal
Penulis : Jimi Hendrix
18. Maybellene - Chuck Berry
Singel (1955)
Genre : Rock n' roll
Penulis : NN
19. Hound Dog - Elvis Presley
Singel (1956)
Genre : Rock n' roll
Penulis : J.Leiber/M.Stoller
20. Let It Be - The Beatles
Singel (1970)
Genre : Rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
21. Born to Run - Bruce Springsteen
Album : Born to Run (1975)
Genre : Heartland Rock
Penulis : Bruce Springsteen
22. Be My Baby - The Ronettes
Singel (1963)
Genre : Pop
Penulis : P.Spector/J.Barry/E.Greenwich
23. In My Life - The Beatles
Album : Rubber Soul (1965)
Genre : Pop rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
24. People Get Ready - The Impressions
Album : People Get Ready (1965)
Genre : Soul
Penulis : Curtis Mayfield
25. God Only Knows - The Beach Boys
Album : Pet Sounds (1966)
Genre : Baroque pop
Penulis : B.Wilson/T.Asher
26. A Day in the Life - The Beatles
Album : Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967)
Genre : Psych rock, progressive rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
27. Layla - Derek and the Dominos
Album : Layla and Other Assorted Love Songs (1970)
Genre : Blues-rock
Penulis : E.Clapton/J.Gordon
28. (Sittin' on) The Dock of the Bay - Otis Redding
Album : The Dock of the Bay (1968)
Genre : Soul
Penulis : S.Cropper/O.Redding
29. Help! - The Beatles
Album : Help! (1965)
Genre : Folk rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
30. I Walk the Line - Johnny Cash
Album : I Walk the Line (1956)
Genre : Country
Penulis : Johnny Cash
1. Like a Rolling Stone - Bob Dylan
Singel (1965)
Genre : Rock
Penulis : Bob Dylan
2. (I Can't Get No) Satisfaction - The Rolling Stones
Singel (1965)
Genre : Rock n' Roll
Penulis : M.Jagger/K.Richards
3. Imagine - John Lennon
Album : Imagine (1971)
Genre : Soft rock
Penulis : John Lennon
4. What's Going On - Marvin Gaye
Album : What's Going On (1971)
Genre : Soul
Penulis : M.Gaye/Al Cleveland/R.Benson
5. Respect - Aretha Franklin
Album : I Never Loved a Man the way I Love You (1967)
Genre : Soul
Penulis : O.Redding
6. Good Vibrations - The Beach Boys
Singel (1966)
Genre : Psych Rock, Psych pop
Penulis : B.Wilson/M.Love
7. Johnny B.Goode - Chuck Berry
Singel (1958)
Genre : Rock n' Roll
Penulis : Chuck Berry
8. Hey Jude - The Beatles
Singel (1968)
Genre : Rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
9. Smells Like Teen Spirit - Nirvana
Singel (1991)
Genre : Grunge
Penulis: K.Cobain/D.Grohl/K.Novoselic
10. What'd I Say - Ray Charles
Album : What'd I Say (1959)
Genre : Soul, blues, rock n' roll
Penulis : Ray Charles
11. My Generation - The Who
Album : My Generation (1965)
Genre : Rock
Penulis : Pete Townshend
12. A Change is Gonna Come - Sam Cooke
Album : Ain't That Good News (1964)
Genre : Soul, R&B
Penulis : Sam Cooke
13. Yesterday - The Beatles
Album : Help! (1965)
Genre : Baroque pop
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
14. Blowin' in the Wind - Bob Dylan
Album : The Freewheelin' Bob Dylan (1963)
Genre : Folk
Penulis : Bob Dylan
15. London Calling - The Clash
Album : London Calling (1979)
Genre : Punk rock
Penulis : J.Strummer/M.Jones
16. I Want to Hold Your Hand - The Beatles
Singel (1963)
Genre : Rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
17. Purple Haze - The Jimi Hendrix Experience
Singel (1967)
Genre : Hard rock, acid rock, heavy metal
Penulis : Jimi Hendrix
18. Maybellene - Chuck Berry
Singel (1955)
Genre : Rock n' roll
Penulis : NN
19. Hound Dog - Elvis Presley
Singel (1956)
Genre : Rock n' roll
Penulis : J.Leiber/M.Stoller
20. Let It Be - The Beatles
Singel (1970)
Genre : Rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
21. Born to Run - Bruce Springsteen
Album : Born to Run (1975)
Genre : Heartland Rock
Penulis : Bruce Springsteen
22. Be My Baby - The Ronettes
Singel (1963)
Genre : Pop
Penulis : P.Spector/J.Barry/E.Greenwich
23. In My Life - The Beatles
Album : Rubber Soul (1965)
Genre : Pop rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
24. People Get Ready - The Impressions
Album : People Get Ready (1965)
Genre : Soul
Penulis : Curtis Mayfield
25. God Only Knows - The Beach Boys
Album : Pet Sounds (1966)
Genre : Baroque pop
Penulis : B.Wilson/T.Asher
26. A Day in the Life - The Beatles
Album : Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967)
Genre : Psych rock, progressive rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
27. Layla - Derek and the Dominos
Album : Layla and Other Assorted Love Songs (1970)
Genre : Blues-rock
Penulis : E.Clapton/J.Gordon
28. (Sittin' on) The Dock of the Bay - Otis Redding
Album : The Dock of the Bay (1968)
Genre : Soul
Penulis : S.Cropper/O.Redding
29. Help! - The Beatles
Album : Help! (1965)
Genre : Folk rock
Penulis : J.Lennon/P.McCartney
30. I Walk the Line - Johnny Cash
Album : I Walk the Line (1956)
Genre : Country
Penulis : Johnny Cash
Friday, March 4, 2011
15 album terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone (Bagian II)
Inilah lanjutan dari post pertama saya mengenai 15 album teratas dalam daftar 500 album terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone AS (peringkat 11-15):
11. The Sun Sessions (1976) - Elvis Presley
Trek rekomendasi saya:
That's All Right (Mama), Mystery Train
12. Kind of Blue (1959) - Miles Davis
Trek rekomendasi saya: So What
13. Velvet Underground and Nico (1967) - The Velvet Underground
Trek rekomendasi saya: I'm Waiting for the Man, Heroin
14. Abbey Road (1969) - The Beatles
Trek rekomendasi saya: Something, Come Together, Here Comes the Sun
15. Are You Experienced? (1967) - The Jimi Hendrix Experience
Trek rekomendasi saya: Purple Haze, Foxy Lady
Daftar album dan trek di atas sangat direkomendasikan bagi anda yang bosan dengan tren musik sekarang (tahun 2010 keatas), yang kualitasnya cenderung menurun
11. The Sun Sessions (1976) - Elvis Presley
Trek rekomendasi saya:
That's All Right (Mama), Mystery Train
12. Kind of Blue (1959) - Miles Davis
Trek rekomendasi saya: So What
13. Velvet Underground and Nico (1967) - The Velvet Underground
Trek rekomendasi saya: I'm Waiting for the Man, Heroin
14. Abbey Road (1969) - The Beatles
Trek rekomendasi saya: Something, Come Together, Here Comes the Sun
15. Are You Experienced? (1967) - The Jimi Hendrix Experience
Trek rekomendasi saya: Purple Haze, Foxy Lady
Daftar album dan trek di atas sangat direkomendasikan bagi anda yang bosan dengan tren musik sekarang (tahun 2010 keatas), yang kualitasnya cenderung menurun
15 album terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone (Bagian I)
Berikut ini adalah bagian pertama dari daftar album yang menempati posisi 15 teratas dalam daftar 500 album terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone AS, saya juga menyertakan lagu-lagu yg saya rekomendasikan dari tiap album:
1. Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967) - The Beatles
Trek yg saya rekomendasikan: A Day in the Life, Lucy in the Sky with Diamonds.
2. Pet Sounds (1966) - The Beach Boys
Trek yg saya rekomendasikan: Good Vibrations, God Only Knows.
3. Revolver (1966) - The Beatles (album favorit saya sepanjang masa)
Trek yg saya rekomendasikan: Eleanor Rigby; Here, There and Everywhere; Taxman; Tomorrow Never Knows.
4. Highway 61 Revisited (1965) - Bob Dylan
Trek yg saya rekomendasikan: Like a Rolling Stone, Ballad of a Thin Man.
5. Rubber Soul (1965) - The Beatles
Trek yg saya rekomendasikan: In My Life, Norwegian Wood (This Bird has Flown).
6. What's Going On (1971) - Marvin Gaye
Trek yg saya rekomendasikan: What's Going On, Inner City Blues (Makes Me Wanna Holler).
7. Exile on Main St. (1972) - The Rolling Stones
Trek yg saya rekomendasikan: Tumbling Dice, Happy
8. London Calling (1979) - The Clash
Trek yg saya rekomendasikan: London Calling, Train in Vain
9. Blonde on Blonde (1966) - Bob Dylan
Trek yg saya rekomendasikan: Visions of Johanna, Just Like a Woman
10.The Beatles (White Album) (1968) - The Beatles
Trek yg saya rekomendasikan: While My Guitar Gently Weeps, Happiness is a Warm Gun, Helter Skelter
1. Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967) - The Beatles
Trek yg saya rekomendasikan: A Day in the Life, Lucy in the Sky with Diamonds.
2. Pet Sounds (1966) - The Beach Boys
Trek yg saya rekomendasikan: Good Vibrations, God Only Knows.
3. Revolver (1966) - The Beatles (album favorit saya sepanjang masa)
Trek yg saya rekomendasikan: Eleanor Rigby; Here, There and Everywhere; Taxman; Tomorrow Never Knows.
4. Highway 61 Revisited (1965) - Bob Dylan
Trek yg saya rekomendasikan: Like a Rolling Stone, Ballad of a Thin Man.
5. Rubber Soul (1965) - The Beatles
Trek yg saya rekomendasikan: In My Life, Norwegian Wood (This Bird has Flown).
6. What's Going On (1971) - Marvin Gaye
Trek yg saya rekomendasikan: What's Going On, Inner City Blues (Makes Me Wanna Holler).
7. Exile on Main St. (1972) - The Rolling Stones
Trek yg saya rekomendasikan: Tumbling Dice, Happy
8. London Calling (1979) - The Clash
Trek yg saya rekomendasikan: London Calling, Train in Vain
9. Blonde on Blonde (1966) - Bob Dylan
Trek yg saya rekomendasikan: Visions of Johanna, Just Like a Woman
10.The Beatles (White Album) (1968) - The Beatles
Trek yg saya rekomendasikan: While My Guitar Gently Weeps, Happiness is a Warm Gun, Helter Skelter
Subscribe to:
Posts (Atom)